h1

Rakor Pendamping PKH Tahun 2009

Juni 2, 2009

Sejak diluncurkannya Program Keluarga Harapan (PKH) pada Tahun 2007, program ini tidak lepas dari berbagai masalah yang dihadapi. Wajar saja memang, karena program ini diklaim sebagai program ujicoba di Indonesia untuk menanggulangi masalah kemiskinan dan keterbelakangan pendidikan dan kesehatan.
PKH merupakan Program Bantuan Tunai kepada Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM) yang mewajibkan kepada para penerimanya untuk memenuhi syarat dan ketentuan dalam pemenuhan kesehatan dan pendidikan anggota keluarganya.
Pada pelaksanaannya di lapangan, para pendamping PKH menemukan berbagai kendala dan permasalahan, sehingga tak ayal program ini sempat menimbulkan riak-riak kecil reaksi di berbagai lapisan masyarakat. Namun berkat kegigihan para pendamping dan kemampuan yang dimilikinya dalam menyelesaikan berbagai permasalahan, Program ini berhasil menempatkan dirinya menjadi Program yang berbeda dengan Program Bantuan Tunai lainnya seperti BLT (Bantuan Langsung Tunai). Namun demikian, bukan berarti semua permasalahan selesai, masih ada setumpuk permasalahan yang perlu mendapatkan kesamaan persepsi, pemahaman, komitmen dan kebulatan tekad dari berbagai pihak yang terlibat dalam program PKH, utamanya adalah para Pendamping yang berhadapan langsung sekaligus sebagai ujung tombak PKH di lapangan.
Dengan latar belakang itulah nampaknya tidak berlebihan pula jika digelar acara Rapat Koordinasi Pendamping PKH yang dilaksanakan mulai tanggal 21 hingga 24 Maret 2009.
Rakor ini sendiri dilaksanakan di Jakarta International Expo yang diikuti oleh sekitar 2.629 orang pendamping dan 426 operator PKH tahun 2007 dan 2008, perwakilan dari 13 provinsi dan 70 Kabupaten pelaksana PKH. Menurut rencana, acara ini akan dibuka oleh Menko Kesra Aburizal Bakrie.
Kegiatan Rakor yang dilaksanakan kurang lebih 4 hari tersebut diantaranya diisi dengan kegiatan Seminar Motivasi oleh Bapak Andrei Wongso, Diskusi kelompok, serta Talkshow dengan narasumber Mentri Sosial, Menteri Kesehatan, Menteri Pendidikan Nasional, Kepala Bappenas dan Kepala BPS, dengan dipandu oleh moderator kawakan Rahma Sarita.
Tidak berlebihan jika semua pendamping dan operator PKH berharap bahwa dengan acara ini dapat dijadikan ajang tukar pikiran, berbagi pengalaman serta menyatukan gerak langkah mendapatkan solusi dalam penyelesaian masalah-masalah di lapangan agar PKH dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan.

Amin.

One comment

  1. PKH untuk kabupaten cianjur khususnya kecamatan ciranjang desa cibiuk, menggunakan data BPS tahun berapa?



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: